metode perenungan filsafat



Metode perenungan filsafat
Pengertian perenungan
perenungan»pemikiran»pemahaman
berfilsafat artinya berpikir, tetapi berpikir belum tentu berfilsafat, berfilsafat dimulai dengan perenungan.
            Perenungan adalah perubahan untuk menyusun suatu system pengetahuan yang rasional, yang memadai untuk memahami dunia tempat kita hidup maupun untuk memahami diri kita sendiri. Perenungan filsafat dimulai dari adanya keheranan»kemudian menyangsikan dan meragukan sesuatu»sadar akan keterbatasan»mendorong manusia untuk berpikir (mengajukan pertanyaan»menghubungkan gagasan yang satu dengan yang lain»menanya bagaimana, mengapa»jawaban yang lebih baik dari yang ada). Manusia cenderung untuk menggunakan suatu jalan tertentu untuk berpikir, yaitu dari hal yang lebih konkrit ke hal yang abstrak.
Tiga jenis abstraksi (abstrahere artinya menjauh diri, mengambil dari). Setiap abstraksi menghasilkan salah satu jenis pengetahuan yaitu pengetahuan fisis,matematis danpengetahuan teologi. (aristoteles 384-322 SM).
            Pengetahuan fisis dikaitkan dengan kemampuan indera, sedangkan pengetahuan matematis dikaitkan dengan kemampuan akal budi. Akhirnya manusia juga dapat mengabstraksi tidak hanya materi yang ditangkap indera dan kemampuan akal budi, tetapi juga berfikir secara keseluruhan kenyataan, tentang asal tujuanya, tentang jiwa manusia, tentang kenyataan yang paling luhur, tentang tuhan (jenis berpikir teologi atau filsafat pertama). Orang hidup setelah aristoteles menyebutkan dengan istilah “metafisika”, bidang yang datang setelah (meta) fisika. Ciriperenungan filsafat menghasilkan konsep yang sifatnya koheren (runtut), rasional dan menyeluruh tentang dunia.


                        Berfilsafat artinya berpikir reflektif,yaitu berpikir merenung 
     secara berkali-kali dari berbagai 
                           sudut dan bersifat memantul kembali menyoroti pemikiran itu sendiri
 
 

Comments